Banyak hal di dunia ini yang memerlukan persiapan. Salah satunya persiapan dalam mengedit video seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Untuk menjadi seorang videographer yang andal, kemampuan mengambil gambar harus diimbangi dengan kemampuan mengedit dengan baik. Karena itulah, perlu skill yang mumpuni untuk bisa mengedit video yang berkualitas.

Selain harus enak ditonton, video juga harus bisa memberikan pesan yang baik untuk semua orang yang menyaksikan. Setidaknya ada 5 tahapan mengedit yang perlu diperhatikan agar pesan yang diinginkan dapat tersampaikan.

6 Tips Edit Video 

  • Pahami Alur Cerita

Alur cerita adalah salah satu hal penting dalam tahapan mengedit video. Di dalam alur cerita, nantinya akan dijelaskan tentang bagaimana video seharusnya dimulai, berjalan, dan berakhir. Dalam pembuatan video, alur cerita ini digambarkan sebagai storyboard.

Pada tahapan ini, Anda harus memastikan bahwa Anda sudah mengetahui alur cerita yang akan diedit videonya karena bagaimanapun, alur ini akan mempengaruhi tahapan mengedit selanjutnya.

Tahap ini tidak bisa diabaikan begitu saja karena nantinya alur cerita akan menjadi pedoman editor untuk menentukan proses cutting, penambahan background, dan durasi penayangan video.

  • Tentukan Tema

Tema adalah latar belakang warna dan suasana di dalam video yang harus disesuaikan dengan konsep dan isi video. Seorang editor harus mengetahui tentang konsep video yang sedang digarap sebelum menentukan tema. Tahapan ini juga sangat penting karena akan mempengaruhi proses mengedit video selanjutnya.

Jika video hadir tanpa tema yang jelas, maka bisa dipastikan hasilnya juga tidak jelas. Karena itulah seorang editor video harus mengetahui tentang tema ini. Cara mengetahuinya bagaimana? Jika Anda seorang editor sewaan, Anda bisa menanyakan kepada pemesan tentang konsep video dan tema seperti apa yang diinginkan.

  • Color Grading

Tahap selanjutnya dalam proses mengedit video adalah memastikan warna yang diberikan pada setiap frame yang dibuat harus sesuai dengan tema yang sudah ditentukan.

Misalnya, Anda sedang membuat proyek video dengan suasana pantai, pastikan bahwa warna atau color grading yang dipilih pada setiap latar belakang gambar juga bertemakan suasana pantai, seperti memberikan sentuhan cahaya cerah yang menjadi ciri khas pantai ketika siang hari, atau perpaduan warna jingga yang menjadi ciri khas pantai ketika sunset tiba.

Beda lagi dengan pemilihan color grading pada proses video cinematic. Anda mungkin harus menyesuaikan seluruh warnanya, bukan sekadar latar belakang saja.

  • Proses Cutting

Tahapan mengedit video sebenarnya bisa menggunakan aplikasi edit video. selanjutnya adalah bagaimana memastikan transisi dari satu frame ke frame yang lain menjadi satu rangkaian video yang rapi. Pada tahap inilah skill cutting seorang editor dibutuhkan untuk menghasilkan video yang enak ditonton.

Sebagai standar, Anda harus memastikan bahwa setiap transisi frame “tersambung” dengan baik. Misalnya, di frame video pertama, aktor A sedang bertanya kepada aktor B, Lalu di frame video kedua, aktor B menjawab pertanyaan aktor A. Keduanya ditangkap oleh satu kamera yang sama. 

Anda harus memastikan bahwa perpindahan transisi dari frame video satu ke frame video dua ini tersambung dengan baik sehingga tidak membuat alur cerita berubah. Tentu saja, proses mengeditnya juga tidak boleh asal-asalan karena akan mempengaruhi alur cerita yang sudah ditentukan.

  • Backsound

Tahapan mengedit video selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah memasukkan backsound untuk membuat video lebih bernyawa. Backsound ini nantinya bisa dimasukkan dalam bentuk suara-suara buatan, seperti efek burung terbang, atau suara deburan ombak ketika berada di pantai pada siang hari.

Backsound berfungsi menegaskan dan memberi “roh” pada konten agar video menjadi lebih menarik lagi. Selain nuansa pantai, Anda bisa menyesuaikan backsound lainnya sesuai tema dan konsep videonya seperti apa.

Misal, untuk tema action, Anda perlu memasukkan efek suara yang mendebarkan supaya nuansa action makin terasa. Begitu juga dengan tema yang lain, backsound yang digunakan harus sesuai dengan tema yang sudah ditentukan.

Selain itu, pemilihan lagu sebagai backsound juga harus disesuaikan dengan transisi yang sudah dijelaskan pada proses cutting. Misalnya, jika Anda sedang membuat video cinematic dan menggunakan backsound music dengan empat ketukan. Setiap ketukan seharusnya berisi satu video yang berbeda sehingga frame dan sound akan lebih selaras.

  • Perhatikan Durasi

Selanjutnya, Anda harus memperhitungkan durasi video akhir yang akan dibuat. Durasi untuk pemutaran satu video iklan biasanya tidak lebih dari 5 menit. Begitupun dengan video sinematografi, berkisar antara 2 sampai 5 menit saja. Video yang berdurasi lama biasanya dimiliki oleh film pendek dan video layar lebar.

Pada tahapan ini, seorang editor harus mampu menyesuaikan setiap frame yang sudah dibuat agar muat dalam target durasi yang ditentukan. Misalnya, ada 20 frame yang masing-masing berdurasi 30 detik dan ingin dibuat menjadi satu video dengan durasi maksimal 5 menit.

Jika semua frame digabungkan tanpa diedit, tentu durasinya akan menjadi 10 menit. Karena itulah, perlu proses cutting yang baik untuk memastikan setiap frame sesuai dengan alurnya sehingga panjang durasinya bisa masuk ke dalam durasi yang ditentukan.

Untuk mengakali hal itu, yang bisa Anda lakukan adalah mengedit setiap frame dengan membuang hal yang tidak diperlukan, atau menambahkan efek menarik agar video yang dihasilkan makin enak ditonton.

Efek video tertentu juga bisa digunakan untuk menyinkronkan setiap frame agar sesuai dengan durasi yang diinginkan. Namun, agar hasil video menjadi semakin berkualitas, Anda bisa berkonsultasi dengan tim video production dari salah satu digital marketing agency Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here